Archive for February, 2007

Akhir dari Keresahan Itu

6 February 2007

Sang waktu pun berjalan setelah keresahan-keresahan itu akhirnya bermuara dalam sebuah ikatan sakral yang suci, bahkan Sang Khalik pun menempatkannya sejajar dengan janji para RasulNya.

Tak terasa tiga bulan berlalu setelah akad nikah itu, Puji Syukur Hanyalah pantas dipanjatkan untukMu ya Rabb, yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada hambaMu yang lemah ini untuk menggenapkan setengah dien. Rasa haru menyelimuti seluruh diri ini sesaat setelah mengucapkan beberapa kalimat itu, sebagai puncak dari keresahan-keresahan menanti detik-detik perjanjian yang sangat kuat ikatan pertangggungjawabannya. Perjanjian dan doa yang tak hanya disaksikan oleh sanak keluarga dan rekan sejawat, namun turut pula diamini oleh para MalaikatNya.

Hari demi hari pun terus berjalan, sang waktu memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok yang telah ikhlas menemani episode perjuangan kehidupan diri ini dalam menapaki jalan selanjutnya yang tidak akan selamanya mulus. Akan ada onak dan duri sebagai konsekuensi pembuktian keimanan dan kecintaan kita padaNya.

Sosok yang cerdas dan ceria, sosok yang penuh perhatian..Pancaran keikhlasan dan kejujuran keluar dari wajahnya yang cerah tersucikan air wudhu. Kemantapan perkataannya yang lembut meyakinkan diriku bahwa Cinta PadaNya adalah segalanya dari sesuatu apapun di muka bumi ini, tidaklah terlalu penting kemapanan materi karena akan datang dengan sendirinya sesuai janji Allah pada hambaNya yang berkeyakinan kuat. Yang terpenting adalah merdeka untuk memilih, jujur pada hati nurani ketika perasaan itu datang..Tidak terganggu oleh bisikan-bisikan yang membuat khawatir akan kekurangan materi. Demi Allah, janjiNya adalah benar! Jangan ada keraguan sedikitpun..karena Ia seperti persangkaan hambaNya..

Dalam keheningan sepertiga malam ini, kupandang wajahmu yang menyejukkan hatiku.. Terima kasih sayang, telah bersedia menjadi bidadari yang menemani perjuangan ini untuk terus memperbaiki diri menggapai ridhaNya. Hanya dengan menaati syariatNya lah hati kan menjadi tenang.

Teruntuk Bidadariku, Satu hal yang ingin kukatakan..

Aku mencintaimu waktu demi waktu..

Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.